17 April 2010

Adakah Pengaruh Buruk FACEBOOK Terhadap Kepribadian??

       Mengenai dampak chatting FACEBOOK sebagai alat explorasi diri, aku memandang hal tersebut tergantung dari pribadi si penggunanya. Tentu chatting akan bermanfaat jika mampu meningkatkan kehidupan seseorang, dan sebaliknya menjadi penyakit jika membuat kacau kehidupan orang tersebut. 
        Pengaruh buruk akan terjadi jika chatting digunakan sebagai sarana untuk mengisolasi diri. Banyak orang tidak sadar bahwa lama-kelamaan ia menutup diri terhadap komunikasi sosial secara nyata entah karena keasikan chatting atau dipakai sebagai pelarian dari masalah-masalah yang berhubungan dengan kepribadiannya.
        Motivasi dibalik itu tentu berbeda antara satu orang dengan yang lain. Permasalahan akan rumit jika alasannya adalah karena individu tersebut tidak puas/suka terhadap dirinya sendiri (mungkin karena rasa minder, malu, atau merasa tidak pantas), lantas menciptakan dan menampilkan kepribadian yang lain sekali dari dirinya yang asli.
       Seringkali ia lebih suka pada kepribadian hasil rekayasa yang baru karena tampak ideal baginya. Padahal, menurut para Psikolog, hal ini tidak benar dan tidak sehat. Mengapa demikian? Michelle Weil, seorang Psikolog dan pengarang buku terkenal, memberikan contoh konkrit tentang seorang gadis yang dijauhi oleh teman-temannya lalu kemudian menghabiskan waktu untuk mojok berchatting ria dengan menampilkan karakter yang sangat kontradiktif dengan karakter aslinya.
       Akibatnya, lama kelamaan ia semakin jauh dengan kenyataaan sosial yang ada, bahkan tidak bisa menerima diri apa adanya. Menurut pakar psikoanalisa terkenal seperti Erich Fromm, kondisi demikian dinamakan neurosis. Kondisi neurosis yang berkepanjangan akan mengakibatkan gangguan jiwa yang serius. Michelle lebih lanjut menambahkan, bahaya latennya adalah terbentuknya kepribadian online yang berbeda dengan yang asli.Tentu saja ada pengaruh positif dari penggunaan (bukan kecanduan) chatting terhadap kepribadian seseorang. Reid Steere, seorang Sosiolog dari Los Angeles mengatakan, jika seseorang ber chatting sebagai media eksplorasi diri dengan kesadaran penuh, ia akan mengalami pertumbuhan sebagai hasil dari refleksi dirinya secara utuh melalui chatting.
  • Digg
  • Del.Icio.Us
  • Facebook
  • Stumble Upon
  • Twitter

♥♥Artikel Terkait♥♥

1 komentar:

Rudi mengatakan...

Walah..walah..pye to.??

.::EMOT KOMENTAR::.
:) :( ;) :)) ;;) =)) :X =(( :-* :p :-o x( :(( :-/ 8-} b-( ;)) :)] ~x( :-t :d
Komentar baru tidak diizinkan.

Komentar Terakhir

/